LAPORAN
PRAKTIKUM
DASAR-DASAR
PERLINDUNGAN TANAMAN
MENGENAL
GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN
|
||||
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN SOSIAL EKONOMI
PERTANIAN
LABORATORIUM BUDIDAYA PERTANIAN
2014
I. PENDAHULUAN
1.1. Dasar Teori
Definisi
penyakit tanman ilmu penyakit
tumbuhan adalh ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme
yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis,
Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. Kerusakan ini dapat terjadi
baik di lapangan maupun setelah panen (Sule, 2013).
Penyakit tumbuhan dapat ditinjau
dari dua sudut yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi, demikian juga penyakit
tanamannya. Di samping itu untuk mempelajari Ilmu Penyakit Tumbuhan perlu
diketahui beberapa istilah dan definisi yang penting (Sule, 2013).
Kerusakan yang ditimbulkan oleh
penyakit tumbuhan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap
masyarakat. Kerusakan ini selain disebabkan oleh karena hilangnya hasil
ternyata juga dapat melalui cara lain yaitu menimbulkan gangguan terhadap
konsumen dengan adanya racun yang dihasilkan oleh jamur dalam hasil pertanian
tersebut (Sule, 2013).
Konsep penyakit tumbuhan diantranaya adanya keikusertaan manusia dalam
pembudidayaan tanaman dapat menyebabkan konsep segitiga penyakit tesebut
berubah menjadi konsep segiempat penyakit. Faktor manusia dapat mempengaruhi
tiga faktor sebelumnya, karena manusia dapat menciptakan kondisi dimana
penyebab penyakit dapat berkembang dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan
secara tidak sadar oleh manusia karena melakukan berbagai aktivitasnya. Selain
itu manusia juga dapat mempengaruhi tanaman sehingga tanaman menjadi
lebih mudah terkena penyakit misalnya saat pembudidayaan bibit tanaman yang
ditangani, secara disengaja ataupun tidak kita menyebabkan luka pada bibit maka
akan besar kemungkinannya tanaman yang akan dihasilkan terkena penyakit. Konsep
penyakit tumbuhan 1). Tanaman sehat, tanaman yang dapat melaksanakan fungsi
fisiologisnya sesuai dengan potensi genetic terbaik yang dimiliki. 2). Tanaman
sakit, tanaman yang tergantng dengan fungsi fisiologis dan menyimpang dengan
keadaan normal (desy rahayu ningsih, 2010).
Penyakit tumbuhan dapat ditinjau
dari dua sudut yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi, demikian juga penyakit
tanamannya. Kerusakan yang
ditimbulkan oleh penyakit tumbuhan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar
terhadap masyarakat. Kerusakan ini selain disebabkan oleh karena hilangnya
hasil ternyata juga dapat melalui cara lain yaitu menimbulkan gangguan terhadap
konsumen dengan adanya racun yang dihasilkan oleh jamur dalam hasil pertanian
tersebut. Penyebab penyakit tumbuhan diantaranaya disebabkan oleh bakteri,
jamur, dan virus. (Sule, 2013)
Disebabkan oleh bakteri diantranya
1). Penyakit layu ini menyerang tumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum dan dapat
menurunkan produksi ± 60%. Gejala awal serangan penyakit berupa salah satu daun
pucuk layu dan diikuti dengan daun bagian bawah. Setelah terlihat gejala lanjut
dengan intensitas serangan di atas 50%, tanaman akan mati dalam waktu 7 hari. (Sule,
2013)
Penyakit disebabkan jamur yaitu,
1). Penyakit garis kuning pada daun Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan
yang bernama Fusarium oxysporum.
Cendawan ini menyerang bagian daun tanaman yang belum terbuka. Menyerang pada
tanaman Jagung. Gejala serangan yang ditimbulkan adalah Infeksi penyakit sudah
terjadi pada saat daun belum membuka, Setelah daun membuka akan tampak adanya
bulatan-bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat tempat
konidiofora, Bagian-bagian tersebut kemudian mengering. (Sule, 2013)
Penyakit tumbuhan disebabkan virus
diantaranya yaitu, 1). Penyakit bercak virus yang menyerang tumbuhan ini adalah
virus TYMV (Turnip Yellow Mozaik Virus).
Penyakit ini menyerang bagian daun. Gejala yang bisa diamati adalah pada bagian
daun menjadi berwarna kuning (menguning). (Sule, 2013)
Umumnya tumbuhan sakit menunjukkan
gejala yang khusus. Gejala (symptom) adalah perubahan-perubahan yang
ditunjukkan oleh tumbuhan sebagai akibat adanya penyakit. seringkali penyakit
tertentu tidak hanya menyebabkan timbulnya satu gejala, tetapi juga menimbulkan
sindroma. selain itu beberapa penyakit berbeda menunjukkan gejala yang sama,
sehingga dengan memperhatikan gejala saja sulit untuk mendiagnosis dengan
pasti. Kelainan/penyimpangan dari keadaan normal tanaman akibat adanya gangguan
penyebab penyakit, dan gejala dapat dilihat dengan mata telanjang (Ardian,
2009).
Berdasarkan
bentuknya gejala penyakit tumbuhan dibagi menjadi
gejala morfologi & gejala histologi. a). Gejala morfologi, gejala luar yang dapat
dilihat & dapat diketahui melalui bau diketahui melalui bau,
rasa dan raba; dapat ditunjukkan oleh dapat ditunjukkan oleh seluruh
tumbuhan atau tiap organ dari dari tumbuhan. b). Gejala histologi, gejala
yang hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan pemeriksaan mikroskopis dari
jaringan yang sakit jaringan yang sakit (Ardian, 2009).
Gejala
histologi dapat dibedakan menjadi 3 tipe gejala yaitu nekrosis,
hipoplasia dan hiperplasia. 1). Gejala Nekrotik terjadi karena adanya kerusakan pada sel atau bagian sel bahkan kematian
sel. gejala Nekrotik dibagi kedalam beberapa gejala seperti nekrosis, hidrosis,
klorosis, layu, gosong, mati ujung,
busuk, rebah semai, kanker, dan perdarahan atau eksudasi. 2). Gejala
Hipoblastik adalah gejala yang disebabkan karena terhambat atau terhentinya
pertumbuhan sel, gejala ini terbagi menjadi berikut kerdil, klorosis, etiolasi, pemusaran (resetting). 3). Gejala
hiperplastik ini disebabkan karena adanya pertumbuhan sel yang lebih dari
biasanya (overdevelopment). Gejala hiperplastik terbagi sebagai berikut, menggulung
atau mengeriting, rontok, dan perubahan warna (Ardian, 2009).
Morfologi penyebab penyakit
tumbuhan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu yang bersifat biotik dan abiotik.
Penyebab penyakit yang bersifat biotik disebut pathogen dan penyakit yang
disebabkanya bersifat dapat ditularkan. Pada umumnya dalam mempelajari sifat
morfologi penyebab penyakit dikhususkan pada pathogen yaitu mempelajari
setruktur organ yang dibentuk pathogen. Pada garis besarnya dikenal 3 golongan
pathogen utama, yaitu jamur (cendawan) bakteri dan virus. Selain itu juga
dikenal pathogen dari golongan tumbuhan biji, ganggang, mikoplasma, riketsia,
viroid, dan akhir-akhir ini mulai diperhatikan peranan protozoa sebagai
pathogen tumbuhan (Adi Dwiguna, 2013).
1.2.
Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum dasar perlindungan tanaman yaitu:
a.
Agar Mahasiswa dapat mengenal dan membedakan gejala
penyakit tanaman.
b. Agar mahasiswa
mengetahui penyebab penyakit berdasarkan gejala dan tanda yang diamati
khususnya yang disebabkan cendawan, bakteri, virus.
5
|
II. BAHAN DAN METODE
2.1.
Waktu dan Tempat
Praktikum Dasar Perlindungan Tanaman
(Mengenal Gejala Penyakit Tumbuhan) dilaksanaklan pada hari Jum’at, tanggal 4
Maret 2014 pukul 13.00 sampai 14.40 WIB. di Laboratorium Jurusan Budidaya
Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangkaraya,
2.2.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah bagian tanaman yang
bergejala jagung kerdil, umbi jalar, wortel, daun jambu agung, daun papaya,
cabai, daun jarak, puru sawo, terong pipit, alkohol, aquades kapas, dan kertas
tissue. Sedangkan alat yang digunakan adalah mikroskop, loupe, objek glass,
cover glass, jarum pentul dan silet.
2.3.
Cara Kerja
a.
Mengamati gejala penyakit, menyebutkan ciri-ciri atau
penampakan fisiologis dari gejala tersebut.
b.
Mengamati secara mikroskopis penyebab penyakit dengan
berdasarkan tanda yang tampak dan menggmbar serta menyebut bagian-bagiannya.
c.
Membuat herbarium dengan berdasarkan gejala spesifik
dari penyakit tumbuhan.
6
|
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Tabel Hasil Pengamatan
Tabel
1. Hasil Pengamatan Gejala Penyakit Tanaman.
No
|
Nama/Bagian
Yang di Amati
|
Gejala
yang diamati
|
Tipe
Gejala
|
Nama
Penyakit
|
Penyebab
Penyakit
|
1.
|
Jagung (Zea mays L)
|
·
Terdapat kuning pada daun
·
Tanaman lebih kecil
|
·
Tipe Hipoplastis
|
·
Kerdil
|
·
Virus
|
2.
|
Umbi
Jalar
(Ipomoea batatas L)
|
·
Bercak Kasar, Kadang Pecah-Pecah Menonjol
·
Busuk Pada Umbi
|
·
Tipe Hiperplastis
|
·
Kudis
|
·
Bakteri
|
3.
|
Wortel
(umbi)
(Daucus Careta)
|
·
Busuk pada umbi
·
Berair
|
·
Tipe Nekrotis
|
·
Busuk Basah
|
·
Erwina Caratovora
|
4.
|
Daun
Jambu Agung
(Syaygium Malasccense)
|
·
Tonjilan pada daun
·
Bercak warna coklat pada daun
|
·
Tipe Hiperplastis
·
Tipe Nekrotis
|
·
Kudis (scob)
·
Spot
|
·
Hama
|
5.
|
Daun
Pepaya
(Carica Papaya)
|
·
Daun menggulung / kriting
·
Bercak kuning hingga kecoklatan dan berlubang
|
·
Tipe Hiperplastis
·
Tipe Nekrotis
|
·
Menggulung dan kriting
·
Klorosis dan perforasi
|
·
Bakteri
·
Hama Bakteri
|
6.
|
Cabai
(buah)
( Capsicum annum L)
|
·
Kering pada buah
·
Busuk pada buah
|
·
Tipe Nekrotis
|
·
Busuk kering
|
·
Jamur Antraknos
|
7.
|
Daun
Jarak
( Jatropa Curcam)
|
·
Terdapat bintik-bintik kecil
·
Pinggiran daun kriting
|
·
Tipe Nekrotis
·
Tipe Hiperplastis
|
·
Spot
·
Menggulung dan mengriting
|
·
Virus kerupuk
|
8.
|
Sawo
|
·
Membengkak dan keras
|
·
Tipe Hiperplasia
|
·
Sisidium/puru
|
·
cendawan Aecidium
sp
|
9.
|
Terong
|
·
Bagian tanaman berwarna kuning bercak
|
·
Tipe Hipoplasia
|
·
Mosaik
|
·
Virus Mosaik (TMV)
|
3.2.
Pembahasan
3.2.1. Jagung (Zea mays L)
Gambar
1. Tanaman Jagung
Sumber : Dokumentasi pribadi & google
|
Hasil
pengamatan dengan menggukana mata telanjang dan kaca pembesar gejala yang
terjangkit pada tanaman ini yaitu terdapat kuning pada daun dan tanaman kecil
(kerdil), gejala ini masuk pada tipe hipoplastis gejala yang terjadi sebagai
akibat terhambatnya atau terhentinya perkembangan sel, penyakit ini disebut
penyakit kerdil ruput pada tanaman jaugung dan penyebab penyakit ini disebabkan
oleh virus.
Penykit ini menyerang pada tanaman
jagung tepatnya pada bagian daun jagung dan juga batang. Intensitas serangan
bergantung pada tingkat ketahanan varietas jagung dan umur tanaman pada saat
terinfeksi. Gejalanya tampak pada perubahan warna pada daun muda menjadi kuning
oranye dimulai dari ujung daun, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil dan
pertumbuhannya terhambat. Gejala penyakit tersebar mengelompok, hamparan
tanaman jagung terlihat seperti bergelombang karena adanya perbedaan tinggi
tanaman antara tanaman sehat dan yang terinfeksi.
Virus yang menyerang tanaman ini adalah virus TYMV (Turnip Yellow Mozaik
Virus). Penyakit ini menyerang bagian daun tanaman jagung. Gejala yang bisa
diamati adalah daun menjadi berwarna kuning dan kerdil.
3.2.2. Umbi Jalar (Ipomoea batatas L)
Gambar
2. Umbi Jalar
Sumber : Dokumentasi pribadi
|
Pengamatan
yang dialakukan pada umbi jalar pada bagian umbi yang terkena penyakit kudis,
dan dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan juga kaca pembesar selain
itu juga dengan cara meraba bagian yang terkena penyakit, dan terlihat gejala
yang diamati pada bagian umbi terdapat bercak kasar kadang pecah-pecah menonjol
dan busuk pada umbi penyakit ini termasuk dalam tipe hiperplastis atau
hyperplasia gejala ini akibat terjadinya perkembanagn sel luar biasa. Gejala
ini dapat dijumpai pada buah, daun, batang dan umbi. Penyakit ini disebut juga
denga penyakit kidis dan penyebab penyakit disebabkan oleh bakteri.
3.2.3. Wortel (Daucus Careta)
Gambar
3. Wortel busuk basah
Sumber : Dokumentasi pribadi
|
Pengamatan
pada wortel pada bagian umbi yang mengalami busuk basah pada bagian umbi,
dengan cara pengamatan melihat bagian busuk basah pada umbi dan gejala yang
dapat diamati pada bagian umbi terlihat busuk pada umbi dan berair, gejala ini
termasuk pada tipe nekrotis yang terjadi akibat rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan,penyakit
ini disebut dengan busuk basah (soft rot),
dan disebabkan oleh bakteri Erwinia
carotavora.
Umumnya penyakit ini terjadi pada
jaringan yang tebal seperti akar, umbi buah, daun yang tebal dll. Busuk Lunak,
yang disebabkan oleh Patogen Bakteri Erwina Cartovora. Busuk lunak adalah
penyakit yang merugikan pada tanaman-tanaman sayuran,
termasuk kubis-kubisan, baik di lapangan maupun dalam penyimpanan dan
pengangkutan sebagai penyakit pasca panen. Penyakit tersebar umum di seluruh
dunia. Kemajuan teknologi yang dicapai ilmuan pada akhir dekade ini untuk
menekan penyebaran pathogen Erwinia carotovora melalui molekul signal pada
pathogen dikuatirkan akan manciptakan jalur yang resisten. Teknik perbanyakan
secara tradisional tidak dapat digunakan sebagai senjat ayang ampuh karena
kurangnya sifat resisten. Penelitian lebih lanjut masih dikebangkan untuk
menangani masalah ini.Klasifikasi
Kingdom:
Bacteria Phylum
ProteobacteriaClass:
Gammaproteobacteria
Order:
Enterobacteriales
Family:
Enterobacteriaceae
Genus: Erwinia
Species: E.
carotovora
Gejala yang umum pada tanaman wortel adalah busuk lunak, berwarna coklat
ataukehitaman, pada daun, batang, dan umbi. Pada bagian yang
terinfeksi mula-mula terjadi bercak kebasahan. Bercak membesar dan
mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarnacoklat tua kehitaman.
Jika kelembaban tinggi jaringan yang sakit tampak kebasahan, berwarnakrem atau
kecoklatan, dan tampak agak berbutui-butir halus. Disekitar bagian yang sakit
terjadipembentukan pigmen coklat tua atau hitam
3.2.4. Daun Jambu Agung (Syaygium
Malasccense)
Gambar 4. Daun Jambu Agung
terserang penyakit
Sumber : Dokumentasi pribadi & http://miransy.blogspot.it/2013/02/jambu-agung.html
|
Pengamatan pada bagian daun pada
tanaman jambu agung terutama tanaman jagung yang terkena penyakit kudis yang
tampak pada daun terlihat bintil atau tonjolan pada daun, dan gejala yang
terlihat pada daun jambu agung yaitu terdapat tonjolan pada daun dan bercak
warna coklat pada daun, gejala ini masuk pada tipe hiperplastis dan nekrotis
gejala ini akibat terjadinya perkembangan sel luar biasa dan rusaknya atau
matinya sel-sel tumbuhan. penyakit ini disebut dengan kudis dan spot,
disebabkan karena adanya hama.
Penyakit bintil daun sering dijumpai pada banyak tanaman yaitu jambu
agung dan mangga. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintil hijau sampai
kehitaman pada permukaan daun mangga yang jika bintil ini disayat dengan pisau
silet, maka didalamnya akan dapat ditemukan larva kecil berwarna putih
sepanjang 1 - 2 mm. pengendalian penyakit ini dengan cara pendangkiran tanah di
bawah tajuk dan pemberian insektisida sistemik seperti FURADAN 3GR, Curater 3G,
dan Temik 10 G dapat di berikan di sekitar perakaran tanaman dapat digunakan
untuk mencegah dan menanggulangi penyakit bintil daun.Baik FURADAN 3GR, Curater
3G, maupun Temik 10 G adalah insektisida yang bersifat sistemik.
Karena Procontarinia matteiana hanya menyerang daun muda, maka
pemberian insektisida sistemik dapat diberikan setelah tanaman berbuah atau
jika pada ujung ranting tanaman mulai tampak tanda-tanda pecah tunas daun yang
menumbuhkan tunas daun baru.
3.2.5. Daun Pepaya (Carica
Papaya)
Gambar
5. Daun Pepaya terserang penyakit
Sumber : Dokumentasi pribadi
|
Pengamatan yang dilakukan pada daun
papaya terutama pada bagian daun yang terkena gejala penyakit, dalam hal ini yang
diamati pada daun yang mengkriting seperti yang terlihat pada gambar, gejala
yang sangat nampak yang diamati dengan menggunakan mata telanjang dapa dilihat
daun menggulung atau mengkriting, bercak kuning hingga kecoklatan dan
berlubang, penyakit ini masuk dalam dua tipe yaitu tipe hiperplastis dan tipe
nekrotis dimana penyakit ini terjadi karena perkembangan sel luar biasa dan
rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan, penyakit ini disebut dengan menggulung
atau mengkriting dan klorosis dan perforasi, penyakit ini disebabkan karena
adanya bakteri dan hama. Pengendalian penyakit ini yaitu dengan cara
menghilangkan daun yang terserang penyakit hal ini dilakukan supaya daun yang
lain tidak terjangkit penyakit yang sama.
3.2.6. Cabai (Capsicum annum L)
Gambar
6. Cabai
Sumber : Dokumentasi pribadi &
http//ira.blogspot.com/mikroskop-penyakit-cabai/html
|
Pengamatan yang dilakukan pada
tanaman cabai terutama bagian buah dengan menggunakan mata telanjang dan alat
mikroskop, dan yang terlihat kering pada buah dan busuk pada buah, gejala ini
termasuk kedalam tipe nekrotis yang terjadi akibat rusaknya atau matinya
sel-sel tumbuhan, penyakit ini disebut dengan penyakit busuk kering pada buah,
disebabkan oleh jamur antraknosa. Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman
cabai disebabkan oleh Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum
gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok
bagi para petani cabai karena bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama
pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini
berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila
lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan
penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna
kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang
terkadang ada jelaganya berwarna hitam.
Pengendalian Penyakit Antraknosa
atau Patek Melakukan prendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius)
selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan
triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen
hayati. Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 sebelum
pindah tanam. Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll.
khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup
tinggi.. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan
penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak
atau bisa juga gabungan keduanya.
3.2.7. Daun Jarak ( Jatropa Curcam )
Gambar
7. Daun Jarak
Sumber : Dokumentasi pribadi &
http//indahrahayu.blogspot.com/mikroskop-daun-jarak/html.
|
Pengamatan dilakukan pada bagian
fisik pada daun jarak yang terserang penyakit dengan cara pegamatan dengan
menggunakan cara melihat dan meraba bagaian yang terserang penyakit dan dapat
dilihat bagia yang diamati terlihat terdapat bintik-bintik kecil, pinggiran
daun mengkriting, penyakit ini termasuk kedalam tipe nekrotis dan hiperplastis
yang mana penyakit ini disebabkan karena rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan
dan perembanga sel luar biasa, penyakit ini disebut juga dengan spot dan
menggulung atau mengkriting pada bagian daun, disebabkan oleh cendawan Marasmius palmivorus sharples. Tindakan
pencegahan dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan dan sanitasi kebun
terutama pada musim hujan. Membuang semua bunga dan buah yang membusuk dan
membakar buah yang terserang. Dapat disemprot dengan menggunakan Difolatan atau
Actidone dengan konsentrasi 0,2 % atau sebanyak 0,7 liter/ha dengan interval
waktu 2 minggu sekali.
3.2.8. Sawo
Gambar
8. Sawo
Sumber : Dokumentasi pribadi
|
Pengamatan pada tanaman sawo yang
terserang penyakit pada bagian batang yang terkena puru yang terilhat pada
gamabar, gejala yang diamati yang nampak
pada bagian batang sawoterlihat membengkak dan keras pada bagian yang
terkena penyakit dan tergolong pada tipe hiperplasia terjadi akibat
perkembangan sel luar biasa, penyakit ii disebut dengan sisidium atau puru
terjadi akibat pembengkakan setempat pada jaringan tuumbuhan sehingga terbentuk
bintil-bintil, penyakit ini disebabkan oleh cendawan Aecidium sp.
Pengendalian: (1) dengan cara mengurangi kelembaban kebun,
memotong bagian tanaman yang sakit berat; (2) mengoleskan atau menyemprotkan
fungisida, seperti Benlate dengan dosis 2 gr/1 air.
3.2.9. Terong Pipit
Gambar
9. Daun terong pipit terserang penyakit
Sumber .
http//artika.blogspot.com/mikroskop-daun-terong-pipit.jpg.html.
|
Pengamatan
dilakukan pada bagian tanaman terutama pada bagian daun terong pipit,
pengamatan dilakukan dengan cara melihat dan merasakan bagian daun yang terkena
penyakit dan dapat dilihat gejala yang diamati terlihat bagian tanaman berwarna
kuning bercak pada bagaian daun, penyakit ini masuk kedalam tipe hipoplastis
terjadi akibat terhambatanya atau terhentinya perkembangan sel, penyakit ini
sering disebut dengan penyakit mosaik karena bagaian yang berwarna kuning hanya
setempat dan disebabkan oleh virus mosaik (TMV).
14
|
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari
hasil praktium dapat disimpulkan bahwa gejala penyakit tumbuhan timbul akibat
masuknya pathogen kedalam jaringan tumbuhan dan menyebabkan terjadinya infeksi
sehingga terjadinya perubahan pada sel atau jaringan tumbuhan.
Penyakit tumbuhan dapat ditinjau dari dua sudut
yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi. a). Disebabkan oleh bakteri diantranya
1). Penyakit layu ini menyerang tumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum dan dapat
menurunkan produksi ± 60%. b). Penyakit disebabkan jamur yaitu, 1). Penyakit
garis kuning pada daun Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan yang bernama Fusarium oxysporum. c). Penyakit
tumbuhan disebabkan virus diantaranya yaitu, 1). Penyakit bercak virus yang
menyerang tumbuhan ini adalah virus TYMV (Turnip
Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini menyerang bagian daun. Gejala yang bisa
diamati adalah pada bagian daun menjadi berwarna kuning (menguning).
4.2. Saran
Adapun saran yang
dapat disampaikan pada praktikum mengenal gejala penyakit tumbuhan yaitu
memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai gejala penyakit tumbuhan dan
juga bagaimana cara penanggulangan penyakit tersebut, hal lain yang penting
adalah pemberian bahan praktikum kepada mahasiswa jangan terlalu mempet
dikarenakan bahan praktikum pada mata kuliah ini tidaklah mudah untuk
mencarinya harapan kedepanya 2 atau 3 hari sebelum praktek bahan sudah dapat di
infokan. Memberikan ketegasan kepada setiap mahasiswa praktikum yang tidak
mengikuti aturan praktek seperti tidak adanya name take, baju lab dll. Asisstan
praktikum memberikan pendampingan kepada setiap mahasiswa pada saat jalanya
proses paktikum dan memberikan arahan yang sesuai denagan praktikum.

0 komentar:
Posting Komentar