Sabtu, 03 Mei 2014

MENGENAL GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN




LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN


MENGENAL GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN







MUHAMMAD AFIFUDIN
CBA 112 034
IV (EMPAT)
 



 
















UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
LABORATORIUM  BUDIDAYA PERTANIAN
2014



I. PENDAHULUAN


1.1.  Dasar Teori
Definisi penyakit tanman ilmu penyakit tumbuhan adalh ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis, Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. Kerusakan ini dapat terjadi baik di lapangan maupun setelah panen (Sule, 2013).
Penyakit tumbuhan dapat ditinjau dari dua sudut yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi, demikian juga penyakit tanamannya. Di samping itu untuk mempelajari Ilmu Penyakit Tumbuhan perlu diketahui beberapa istilah dan definisi yang penting (Sule, 2013).
Kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit tumbuhan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap masyarakat. Kerusakan ini selain disebabkan oleh karena hilangnya hasil ternyata juga dapat melalui cara lain yaitu menimbulkan gangguan terhadap konsumen dengan adanya racun yang dihasilkan oleh jamur dalam hasil pertanian tersebut (Sule, 2013).




Konsep penyakit tumbuhan diantranaya adanya keikusertaan manusia dalam pembudidayaan tanaman dapat menyebabkan konsep segitiga penyakit tesebut berubah menjadi konsep segiempat penyakit. Faktor manusia dapat mempengaruhi tiga faktor sebelumnya, karena manusia dapat menciptakan kondisi dimana penyebab penyakit dapat berkembang dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan secara tidak sadar oleh manusia karena melakukan berbagai aktivitasnya. Selain itu manusia juga dapat mempengaruhi tanaman  sehingga tanaman menjadi lebih mudah terkena penyakit misalnya saat pembudidayaan bibit tanaman yang ditangani, secara disengaja ataupun tidak kita menyebabkan luka pada bibit maka akan besar kemungkinannya tanaman yang akan dihasilkan terkena penyakit. Konsep penyakit tumbuhan 1). Tanaman sehat, tanaman yang dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya sesuai dengan potensi genetic terbaik yang dimiliki. 2). Tanaman sakit, tanaman yang tergantng dengan fungsi fisiologis dan menyimpang dengan keadaan normal (desy rahayu ningsih, 2010).
Penyakit tumbuhan dapat ditinjau dari dua sudut yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi, demikian juga penyakit tanamannya. Kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit tumbuhan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap masyarakat. Kerusakan ini selain disebabkan oleh karena hilangnya hasil ternyata juga dapat melalui cara lain yaitu menimbulkan gangguan terhadap konsumen dengan adanya racun yang dihasilkan oleh jamur dalam hasil pertanian tersebut. Penyebab penyakit tumbuhan diantaranaya disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. (Sule, 2013)
Disebabkan oleh bakteri diantranya 1). Penyakit layu ini menyerang tumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum dan dapat menurunkan produksi ± 60%. Gejala awal serangan penyakit berupa salah satu daun pucuk layu dan diikuti dengan daun bagian bawah. Setelah terlihat gejala lanjut dengan intensitas serangan di atas 50%, tanaman akan mati dalam waktu 7 hari. (Sule, 2013)
Penyakit disebabkan jamur yaitu, 1). Penyakit garis kuning pada daun Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan yang bernama Fusarium oxysporum. Cendawan ini menyerang bagian daun tanaman yang belum terbuka. Menyerang pada tanaman Jagung. Gejala serangan yang ditimbulkan adalah Infeksi penyakit sudah terjadi pada saat daun belum membuka, Setelah daun membuka akan tampak adanya bulatan-bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat tempat konidiofora, Bagian-bagian tersebut kemudian mengering. (Sule, 2013)
Penyakit tumbuhan disebabkan virus diantaranya yaitu, 1). Penyakit bercak virus yang menyerang tumbuhan ini adalah virus TYMV (Turnip Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini menyerang bagian daun. Gejala yang bisa diamati adalah pada bagian daun menjadi berwarna kuning (menguning). (Sule, 2013)
Umumnya tumbuhan sakit menunjukkan gejala yang khusus. Gejala (symptom) adalah perubahan-perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan sebagai akibat adanya penyakit. seringkali penyakit tertentu tidak hanya menyebabkan timbulnya satu gejala, tetapi juga menimbulkan sindroma. selain itu beberapa penyakit berbeda menunjukkan gejala yang sama, sehingga dengan memperhatikan gejala saja sulit untuk mendiagnosis dengan pasti. Kelainan/penyimpangan dari keadaan normal tanaman akibat adanya gangguan penyebab penyakit, dan gejala dapat dilihat dengan mata telanjang (Ardian, 2009).
Berdasarkan bentuknya gejala penyakit tumbuhan dibagi menjadi gejala morfologi & gejala histologi. a). Gejala morfologi, gejala luar yang dapat dilihat & dapat diketahui melalui bau diketahui melalui bau, rasa dan raba; dapat ditunjukkan oleh dapat ditunjukkan oleh seluruh tumbuhan atau tiap organ dari  dari tumbuhan. b). Gejala histologi, gejala yang hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan pemeriksaan mikroskopis dari jaringan yang sakit jaringan yang sakit (Ardian, 2009).
Gejala histologi dapat dibedakan menjadi 3 tipe gejala yaitu nekrosis,  hipoplasia dan hiperplasia. 1). Gejala Nekrotik terjadi karena adanya kerusakan pada sel atau bagian sel bahkan kematian sel. gejala Nekrotik dibagi kedalam beberapa gejala seperti nekrosis, hidrosis, klorosis, layu,  gosong, mati ujung, busuk, rebah semai, kanker, dan perdarahan atau eksudasi. 2). Gejala Hipoblastik adalah gejala yang disebabkan karena terhambat atau terhentinya pertumbuhan sel, gejala ini terbagi menjadi berikut kerdil, klorosis,  etiolasi, pemusaran (resetting). 3). Gejala hiperplastik ini disebabkan karena adanya pertumbuhan sel yang lebih dari biasanya (overdevelopment). Gejala hiperplastik terbagi sebagai berikut, menggulung atau mengeriting, rontok, dan perubahan warna (Ardian, 2009).
Morfologi penyebab penyakit tumbuhan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu yang bersifat biotik dan abiotik. Penyebab penyakit yang bersifat biotik disebut pathogen dan penyakit yang disebabkanya bersifat dapat ditularkan. Pada umumnya dalam mempelajari sifat morfologi penyebab penyakit dikhususkan pada pathogen yaitu mempelajari setruktur organ yang dibentuk pathogen. Pada garis besarnya dikenal 3 golongan pathogen utama, yaitu jamur (cendawan) bakteri dan virus. Selain itu juga dikenal pathogen dari golongan tumbuhan biji, ganggang, mikoplasma, riketsia, viroid, dan akhir-akhir ini mulai diperhatikan peranan protozoa sebagai pathogen tumbuhan (Adi Dwiguna, 2013).

1.2.  Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum dasar perlindungan tanaman yaitu:
a.    Agar Mahasiswa dapat mengenal dan membedakan gejala penyakit tanaman.
b.    Agar mahasiswa mengetahui penyebab penyakit berdasarkan gejala dan tanda yang diamati khususnya yang disebabkan cendawan, bakteri, virus.



5
II.  BAHAN DAN METODE

2.1.  Waktu dan Tempat
   Praktikum Dasar Perlindungan Tanaman (Mengenal Gejala Penyakit Tumbuhan) dilaksanaklan pada hari Jum’at, tanggal 4 Maret 2014 pukul 13.00 sampai 14.40 WIB. di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangkaraya,
2.2.  Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah bagian tanaman yang bergejala jagung kerdil, umbi jalar, wortel, daun jambu agung, daun papaya, cabai, daun jarak, puru sawo, terong pipit, alkohol, aquades kapas, dan kertas tissue. Sedangkan alat yang digunakan adalah mikroskop, loupe, objek glass, cover glass, jarum pentul dan silet.
2.3.  Cara Kerja
a.    Mengamati gejala penyakit, menyebutkan ciri-ciri atau penampakan fisiologis dari gejala tersebut.
b.    Mengamati secara mikroskopis penyebab penyakit dengan berdasarkan tanda yang tampak dan menggmbar serta menyebut bagian-bagiannya.
c.    Membuat herbarium dengan berdasarkan gejala spesifik dari penyakit tumbuhan.


6
III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.  Tabel Hasil Pengamatan
            Tabel 1. Hasil Pengamatan Gejala Penyakit Tanaman.
No
Nama/Bagian Yang di Amati
Gejala yang diamati
Tipe Gejala
Nama Penyakit
Penyebab Penyakit
1.
Jagung (Zea mays L)
·   Terdapat kuning pada daun
·   Tanaman lebih kecil
·   Tipe Hipoplastis
·      Kerdil
·    Virus
2.
Umbi Jalar
(Ipomoea batatas L)
·   Bercak Kasar, Kadang Pecah-Pecah Menonjol
·   Busuk Pada Umbi
·   Tipe Hiperplastis
·      Kudis
·    Bakteri
3.
Wortel (umbi)
(Daucus Careta)
·   Busuk pada umbi
·   Berair
·   Tipe Nekrotis
·      Busuk Basah
·    Erwina Caratovora
4.
Daun Jambu Agung
(Syaygium Malasccense)
·   Tonjilan pada daun
·   Bercak warna coklat pada daun
·   Tipe Hiperplastis
·   Tipe Nekrotis
·      Kudis (scob)
·      Spot
·    Hama
5.
Daun Pepaya
(Carica Papaya)
·   Daun menggulung / kriting
·   Bercak kuning hingga kecoklatan dan berlubang
·   Tipe Hiperplastis
·   Tipe Nekrotis

·      Menggulung dan kriting
·      Klorosis dan perforasi
·    Bakteri
·    Hama Bakteri
6.
Cabai (buah)
( Capsicum annum L)
·   Kering pada buah
·   Busuk pada buah
·   Tipe Nekrotis
·      Busuk kering
·    Jamur Antraknos
7.
Daun Jarak
( Jatropa Curcam)
·   Terdapat bintik-bintik kecil
·   Pinggiran daun kriting
·   Tipe Nekrotis
·   Tipe Hiperplastis
·      Spot
·      Menggulung dan mengriting
·    Virus kerupuk
8.
Sawo
·   Membengkak dan keras
·   Tipe Hiperplasia
·      Sisidium/puru
·    cendawan Aecidium sp
9.
Terong
·   Bagian tanaman berwarna kuning bercak
·   Tipe Hipoplasia
·      Mosaik
·    Virus Mosaik (TMV)



 

3.2.  Pembahasan
3.2.1.  Jagung (Zea mays L)


Gambar 1. Tanaman Jagung
Sumber    : Dokumentasi pribadi & google
 
           
            Hasil pengamatan dengan menggukana mata telanjang dan kaca pembesar gejala yang terjangkit pada tanaman ini yaitu terdapat kuning pada daun dan tanaman kecil (kerdil), gejala ini masuk pada tipe hipoplastis gejala yang terjadi sebagai akibat terhambatnya atau terhentinya perkembangan sel, penyakit ini disebut penyakit kerdil ruput pada tanaman jaugung dan penyebab penyakit ini disebabkan oleh virus.
            Penykit ini menyerang pada tanaman jagung tepatnya pada bagian daun jagung dan juga batang. Intensitas serangan bergantung pada tingkat ketahanan varietas jagung dan umur tanaman pada saat terinfeksi. Gejalanya tampak pada perubahan warna pada daun muda menjadi kuning oranye dimulai dari ujung daun, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil dan pertumbuhannya terhambat. Gejala penyakit tersebar mengelompok, hamparan tanaman jagung terlihat seperti bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman antara tanaman sehat dan yang terinfeksi.
Virus yang menyerang tanaman ini adalah virus TYMV (Turnip Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini menyerang bagian daun tanaman jagung. Gejala yang bisa diamati adalah daun menjadi berwarna kuning dan kerdil.
3.2.2.  Umbi Jalar (Ipomoea batatas L)


Gambar 2. Umbi Jalar
Sumber    : Dokumentasi pribadi
 


            Pengamatan yang dialakukan pada umbi jalar pada bagian umbi yang terkena penyakit kudis, dan dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan juga kaca pembesar selain itu juga dengan cara meraba bagian yang terkena penyakit, dan terlihat gejala yang diamati pada bagian umbi terdapat bercak kasar kadang pecah-pecah menonjol dan busuk pada umbi penyakit ini termasuk dalam tipe hiperplastis atau hyperplasia gejala ini akibat terjadinya perkembanagn sel luar biasa. Gejala ini dapat dijumpai pada buah, daun, batang dan umbi. Penyakit ini disebut juga denga penyakit kidis dan penyebab penyakit disebabkan oleh bakteri.
3.2.3.  Wortel (Daucus Careta)



Gambar 3. Wortel busuk basah
Sumber    : Dokumentasi pribadi
 


            Pengamatan pada wortel pada bagian umbi yang mengalami busuk basah pada bagian umbi, dengan cara pengamatan melihat bagian busuk basah pada umbi dan gejala yang dapat diamati pada bagian umbi terlihat busuk pada umbi dan berair, gejala ini termasuk pada tipe nekrotis yang terjadi akibat rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan,penyakit ini disebut dengan busuk basah (soft rot), dan disebabkan oleh bakteri Erwinia carotavora.
            Umumnya penyakit ini terjadi pada jaringan yang tebal seperti akar, umbi buah, daun yang tebal dll. Busuk Lunak, yang disebabkan oleh Patogen Bakteri Erwina Cartovora. Busuk lunak adalah penyakit yang merugikan pada tanaman-tanaman sayuran, termasuk kubis-kubisan, baik di lapangan maupun dalam penyimpanan dan pengangkutan sebagai penyakit pasca panen. Penyakit tersebar umum di seluruh dunia. Kemajuan teknologi yang dicapai ilmuan pada akhir dekade ini untuk menekan penyebaran pathogen Erwinia carotovora melalui molekul signal pada pathogen dikuatirkan akan manciptakan jalur yang resisten. Teknik perbanyakan secara tradisional tidak dapat digunakan sebagai senjat ayang ampuh karena kurangnya sifat resisten. Penelitian lebih lanjut masih dikebangkan untuk menangani masalah ini.Klasifikasi
Kingdom: Bacteria Phylum
ProteobacteriaClass: Gammaproteobacteria
Order: Enterobacteriales
Family: Enterobacteriaceae
Genus: Erwinia
Species: E. carotovora
Gejala yang umum pada tanaman wortel adalah busuk lunak, berwarna coklat ataukehitaman, pada daun, batang, dan umbi. Pada bagian yang terinfeksi mula-mula terjadi bercak kebasahan. Bercak membesar dan mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarnacoklat tua kehitaman. Jika kelembaban tinggi jaringan yang sakit tampak kebasahan, berwarnakrem atau kecoklatan, dan tampak agak berbutui-butir halus. Disekitar bagian yang sakit terjadipembentukan pigmen coklat tua atau hitam
3.2.4.  Daun Jambu Agung (Syaygium Malasccense)



Gambar 4. Daun Jambu Agung terserang penyakit
Sumber    : Dokumentasi pribadi & http://miransy.blogspot.it/2013/02/jambu-agung.html

 


            Pengamatan pada bagian daun pada tanaman jambu agung terutama tanaman jagung yang terkena penyakit kudis yang tampak pada daun terlihat bintil atau tonjolan pada daun, dan gejala yang terlihat pada daun jambu agung yaitu terdapat tonjolan pada daun dan bercak warna coklat pada daun, gejala ini masuk pada tipe hiperplastis dan nekrotis gejala ini akibat terjadinya perkembangan sel luar biasa dan rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan. penyakit ini disebut dengan kudis dan spot, disebabkan karena adanya hama.
Penyakit bintil daun sering dijumpai pada banyak tanaman yaitu jambu agung dan mangga. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintil hijau sampai kehitaman pada permukaan daun mangga yang jika bintil ini disayat dengan pisau silet, maka didalamnya akan dapat ditemukan larva kecil berwarna putih sepanjang 1 - 2 mm. pengendalian penyakit ini dengan cara pendangkiran tanah di bawah tajuk dan pemberian insektisida sistemik seperti FURADAN 3GR, Curater 3G, dan Temik 10 G dapat di berikan di sekitar perakaran tanaman dapat digunakan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit bintil daun.Baik FURADAN 3GR, Curater 3G, maupun Temik 10 G adalah insektisida yang bersifat sistemik.
Karena Procontarinia matteiana hanya menyerang daun muda, maka pemberian insektisida sistemik dapat diberikan setelah tanaman berbuah atau jika pada ujung ranting tanaman mulai tampak tanda-tanda pecah tunas daun yang menumbuhkan tunas daun baru.
3.2.5.  Daun Pepaya (Carica Papaya)
           

Gambar 5. Daun Pepaya terserang penyakit
Sumber    : Dokumentasi pribadi
 


            Pengamatan yang dilakukan pada daun papaya terutama pada bagian daun yang terkena gejala penyakit, dalam hal ini yang diamati pada daun yang mengkriting seperti yang terlihat pada gambar, gejala yang sangat nampak yang diamati dengan menggunakan mata telanjang dapa dilihat daun menggulung atau mengkriting, bercak kuning hingga kecoklatan dan berlubang, penyakit ini masuk dalam dua tipe yaitu tipe hiperplastis dan tipe nekrotis dimana penyakit ini terjadi karena perkembangan sel luar biasa dan rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan, penyakit ini disebut dengan menggulung atau mengkriting dan klorosis dan perforasi, penyakit ini disebabkan karena adanya bakteri dan hama. Pengendalian penyakit ini yaitu dengan cara menghilangkan daun yang terserang penyakit hal ini dilakukan supaya daun yang lain tidak terjangkit penyakit yang sama.  
3.2.6.  Cabai (Capsicum annum L)


Gambar 6. Cabai
Sumber    : Dokumentasi pribadi & http//ira.blogspot.com/mikroskop-penyakit-cabai/html
 


            Pengamatan yang dilakukan pada tanaman cabai terutama bagian buah dengan menggunakan mata telanjang dan alat mikroskop, dan yang terlihat kering pada buah dan busuk pada buah, gejala ini termasuk kedalam tipe nekrotis yang terjadi akibat rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan, penyakit ini disebut dengan penyakit busuk kering pada buah, disebabkan oleh jamur antraknosa. Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam.
            Pengendalian Penyakit Antraknosa atau Patek Melakukan prendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati. Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 sebelum pindah tanam. Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll. khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi.. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa juga gabungan keduanya.
3.2.7.  Daun Jarak ( Jatropa Curcam )


Gambar 7. Daun Jarak
Sumber    : Dokumentasi pribadi & http//indahrahayu.blogspot.com/mikroskop-daun-jarak/html.
 


                  Pengamatan dilakukan pada bagian fisik pada daun jarak yang terserang penyakit dengan cara pegamatan dengan menggunakan cara melihat dan meraba bagaian yang terserang penyakit dan dapat dilihat bagia yang diamati terlihat terdapat bintik-bintik kecil, pinggiran daun mengkriting, penyakit ini termasuk kedalam tipe nekrotis dan hiperplastis yang mana penyakit ini disebabkan karena rusaknya atau matinya sel-sel tumbuhan dan perembanga sel luar biasa, penyakit ini disebut juga dengan spot dan menggulung atau mengkriting pada bagian daun, disebabkan oleh cendawan Marasmius palmivorus sharples. Tindakan pencegahan dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan dan sanitasi kebun terutama pada musim hujan. Membuang semua bunga dan buah yang membusuk dan membakar buah yang terserang. Dapat disemprot dengan menggunakan Difolatan atau Actidone dengan konsentrasi 0,2 % atau sebanyak 0,7 liter/ha dengan interval waktu 2 minggu sekali.
3.2.8.  Sawo



Gambar 8. Sawo
Sumber    : Dokumentasi pribadi
 


            Pengamatan pada tanaman sawo yang terserang penyakit pada bagian batang yang terkena puru yang terilhat pada gamabar, gejala yang diamati yang nampak  pada bagian batang sawoterlihat membengkak dan keras pada bagian yang terkena penyakit dan tergolong pada tipe hiperplasia terjadi akibat perkembangan sel luar biasa, penyakit ii disebut dengan sisidium atau puru terjadi akibat pembengkakan setempat pada jaringan tuumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil, penyakit ini disebabkan oleh cendawan Aecidium sp.  
            Pengendalian: (1) dengan cara mengurangi kelembaban kebun, memotong bagian tanaman yang sakit berat; (2) mengoleskan atau menyemprotkan fungisida, seperti Benlate dengan dosis 2 gr/1 air.



3.2.9. Terong Pipit



Gambar 9. Daun terong pipit terserang penyakit
Sumber    . http//artika.blogspot.com/mikroskop-daun-terong-pipit.jpg.html.
 


            Pengamatan dilakukan pada bagian tanaman terutama pada bagian daun terong pipit, pengamatan dilakukan dengan cara melihat dan merasakan bagian daun yang terkena penyakit dan dapat dilihat gejala yang diamati terlihat bagian tanaman berwarna kuning bercak pada bagaian daun, penyakit ini masuk kedalam tipe hipoplastis terjadi akibat terhambatanya atau terhentinya perkembangan sel, penyakit ini sering disebut dengan penyakit mosaik karena bagaian yang berwarna kuning hanya setempat dan disebabkan oleh virus mosaik (TMV).




14

IV.  PENUTUP

4.1. Kesimpulan
            Dari hasil praktium dapat disimpulkan bahwa gejala penyakit tumbuhan timbul akibat masuknya pathogen kedalam jaringan tumbuhan dan menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadinya perubahan pada sel atau jaringan tumbuhan.
   Penyakit tumbuhan dapat ditinjau dari dua sudut yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi. a). Disebabkan oleh bakteri diantranya 1). Penyakit layu ini menyerang tumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum dan dapat menurunkan produksi ± 60%. b). Penyakit disebabkan jamur yaitu, 1). Penyakit garis kuning pada daun Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan yang bernama Fusarium oxysporum. c). Penyakit tumbuhan disebabkan virus diantaranya yaitu, 1). Penyakit bercak virus yang menyerang tumbuhan ini adalah virus TYMV (Turnip Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini menyerang bagian daun. Gejala yang bisa diamati adalah pada bagian daun menjadi berwarna kuning (menguning).
4.2. Saran
            Adapun saran yang dapat disampaikan pada praktikum mengenal gejala penyakit tumbuhan yaitu memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai gejala penyakit tumbuhan dan juga bagaimana cara penanggulangan penyakit tersebut, hal lain yang penting adalah pemberian bahan praktikum kepada mahasiswa jangan terlalu mempet dikarenakan bahan praktikum pada mata kuliah ini tidaklah mudah untuk mencarinya harapan kedepanya 2 atau 3 hari sebelum praktek bahan sudah dapat di infokan. Memberikan ketegasan kepada setiap mahasiswa praktikum yang tidak mengikuti aturan praktek seperti tidak adanya name take, baju lab dll. Asisstan praktikum memberikan pendampingan kepada setiap mahasiswa pada saat jalanya proses paktikum dan memberikan arahan yang sesuai denagan praktikum. 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.